Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar rangkaian kegiatan rutin tahunan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah agenda budaya dan keagamaan telah disiapkan, dengan Pasar Rakyat Dugderan dan Prosesi Dugderan menjadi acara utama yang paling dinantikan masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan tradisi Dugderan merupakan agenda ikonik yang selalu digelar menjelang Ramadan di Ibu Kota Jawa Tengah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda datangnya bulan puasa, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi masyarakat Semarang.
“Kita siapkan banyak acara untuk menyambut Ramadan. Yang paling ditunggu masyarakat tentu pasar rakyat Dugderan dan prosesi Dugderan itu sendiri,” kata Indriyasari yang akrab disapa Iin, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, Pasar Rakyat Dugderan akan digelar selama sepuluh hari, mulai 7 hingga 16 Februari 2026. Lokasinya berada di sekitar Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, kawasan yang sejak lama menjadi pusat perayaan tradisi Dugderan.
Pasar rakyat tersebut menghadirkan berbagai stan kuliner khas Ramadan, mainan tradisional, hingga produk UMKM lokal. Kehadiran Pasar Rakyat Dugderan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi ruang hiburan keluarga menjelang puasa.
Selain pasar rakyat, Prosesi Dugderan juga menjadi agenda yang selalu dinanti. Tradisi turun-temurun ini diyakini sebagai penanda resmi dimulainya ibadah puasa Ramadan bagi masyarakat Semarang.
Iin menyebutkan, pelaksanaan Prosesi Dugderan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Prosesi akan digelar pada 16 Februari 2026 dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga pelajar.
“Prosesi Dugderan kita laksanakan pada 16 Februari 2026 mulai siang hari. Akan diawali dengan apel dan pemukulan bedug, kemudian dilanjutkan kirab dari Balai Kota menuju Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang,” jelasnya.
Dalam kirab tersebut, Wali Kota Semarang beserta jajaran, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, hingga pelajar Kota Semarang dijadwalkan turut ambil bagian. Setibanya di Masjid Agung Semarang, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Suhuf Qolaqoh.
“Nantinya di Masjid Agung akan ada prosesi pembacaan Suhuf Qolaqoh sebagai tanda awal puasa, lalu dilanjutkan dengan pembagian gunungan ganjel rel untuk masyarakat yang hadir,” terang Iin.
Usai prosesi di Masjid Agung Semarang, rombongan kirab akan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Di lokasi tersebut, Suhuf Qolaqoh akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai bagian dari rangkaian tradisi Dugderan.
Iin berharap masyarakat Kota Semarang dapat turut hadir dan menyaksikan jalannya prosesi dengan tertib. Menurutnya, Dugderan bukan sekadar acara seremonial, melainkan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama.
“Kami mengajak masyarakat Semarang untuk ikut menyaksikan kirab prosesi Dugderan ini dengan tertib dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.**
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film
Gaming center adalah sebuah tempat atau fasilitas yang menyediakan berbagai perangkat dan layanan untuk bermain video game, baik di PC, konsol, maupun mesin arcade. Gaming center ini bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin bermain game secara individu atau bersama teman-teman. Beberapa gaming center juga sering digunakan sebagai lokasi turnamen game atau esports.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.